Selasa, 12 Agustus 2008

Gundah

Gundah

Menikmati kesendirian
Sepi
Getir
Sunyi
Ah, bercintapun hambar rasanya.
Entahlah,
Malam mendekapku dingin

Melupakan senja
Melupakan siang
Ingin tak enggan


whp
Tegal, 2008

EDAN

EDAN

Aku hidup bersama orang gila
“Begitulah kata orang, dan terkadang memang aku benarkan”

Ku ulang kembali kalimat itu
“Aku menjadi gila begitupula orang-orang”

Gila, tak waras, edan
Mengejarku, menguntitku
Sehari, seminggu, sebulan, setahun
Ah … aku lelah dikejarnya
Aku balik mengejarnya

Orang-orang tertawa, aku tertawa
Lalu diam, diam sehening-heningnya

Bayi kecil menangis

“edan”

Semua diam, diam sesunyi-sunyinya
“Ada yang korupsi, ada yang nipu,
Minyak mahal, hutang banyak, separatis
Demo, sogok, suap, kerja susah, pengangguran,
Gosip, makar, malas, bodoh

EDAN
Aku diam, diam sesepi-sepinya

Whp
Tegal, 090707

Doa Pengemis Tua

Doa Pengemis Tua

Tangan mu yang keriput
Menitik air mata iba
Dibakar terik, seperti di tengah sahara
Kering, menunggu rintik jatuh dari langit

Aku bukan langit yang menurunkan hujan
Namun disaku masih ada selembar ribuan
Semoga dapat menambah untuk membeli makan dan minuman
Terima kasih doanya nek, semoga aku bisa mendirikan,
panti asuhan.

whp
Tegal, 26-05-08

Republik Burung Kakak Tua

Republik Burung Kakak Tua
Oleh: WH. Pamungkas

Burung kaka tua hinggap di jendela
Kakek sudah tiada
Kasusnya belum selesai juga

Burung kaka tua hinggap di jendela
Kakek pergi ke alam baka
diharap berkabung seminggu saja

Burung kaka tua hinggap di jendela
Republik sudah merdeka
Rakyat tetap saja menderita

Burung kaka tua hinggap dijendela
Koruptor bertebaran dimana-mana
Kok… dibiarkan saja

Burung kaka tua hinggap dijendela
Yang waras, jadi gila
Yang gila, tambah gila.

Tegal, Februari 2008

Bencana

Bencana

Rintik hujan turun di atas bumi yang gundah
Menenggelamkan debu demi debu
Hingga lumpur liar, riak menjalar
Ada yang terbakar dingin
Di tengah genangan
Bukan api yang membara
Bah, banjir laksana bara
Menelan apa saja yang dia suka.


Whp
Tegal, 14-01-2008

Areal Mesum

Areal Mesum

Gerimis mengiris
Gerbong panjang diam
Dikiri kanan
Gubug reot pantat kendur
Yang menjulang
Habis pisang dimakan codot

Tegal, 26-02-08

Yang Berjalan

Yang Berjalan

Yang berjalan
Kota baru terjaga
Dan asap mulai lagi membumbung
Ke langit.

Dosa yang angker
Menutupi cahaya.

Yang berjalan
Hanya arah yang menuntun pulang.

whp
Tegal, 09-01-08